Mitos Dan Fakta Tentang Asam Urat

Mitos dan fakta tentang asam urat yang beredar di masyarakat sangat banyak sekali.

mitos dan fakta tentang asam urat

Penyakit asam urat adalah penyakit tertua yang sudah dikenal masyarakat sejak 2000 tahun lalu. Dulu penyakit asam urat dikenal dengan penyakit orang kaya, karena hanya menyerang orang-orang di kalangan orang atas saja. Sehingga penyakit ini disebut sebagai penyakit raja (the king of disease). Namun belakangan ini, asam urat tidak hanya menyerang kalangan menengah ke atas saja, masyarakat menengah ke bawah pun bisa terkena penyakit asam urat.

Ada banyak sekali mitos dan fakta yang tentang asam urat yang beredar di masyarakat, di antaranya ialah:

1. Asam urat bisa sembuh tanpa diobati.

Ini adalah mitos. Gejala-gejala nyeri sendi mungkin bisa hilang dalam beberapa waktu tanpa diobati. Namun faktor risiko utama masih bisa kambuh lagi bahkan lebih sering. Potensi efek jangka panjang dari nyeri sendi dapat mencakup kerusakan sendi dalam beberapa kasus.

2. Nyeri sendi adalah kondisi yang langka.

Ini adalah mitos. Menurut survey pemeriksaan III (1988-1994) badan kesehatan dan gizi nasional, diperkirakan sekitar 5,1 juta orang hidup dengan penyakit nyeri sendi. Ini adalah penyakit yang umum dari artritis inflamasi pada pria usia di atas 40 tahun.

3. Nyeri sendi adalah salah satu kondisi medis yang paling menyakitkan.

Ini adalah fakta. Nyeri sendi akibat asam urat lebih sakit dari pada rasa nyeri saat melahirkan atau patah tulang.

4. Nyeri sendi diakibatkan karena penumpukan asam urat dalam aliran darah.

Ini adalah fakta. Faktor risiko utama nyeri sendi adalah adanya penumpukan asam urat dalam aliran darah. Kondisi ini dikenal dengan hyperuricemia.

5. Nyeri sendi berkurang saat mengalami luka.

Ini adalah mitos. Mungkin penderita nyeri sendi akan melupakan penyakitnya karena ada serangan lain yang lebih menyakitkan. Tapi setelah serangan itu hilang, mungkin anda akan merasakan nyeri sendi lagi.

6. Efek jangka panjang nyeri sendi dapat dikurangi dengan kontrol asam urat.

Ini adalah fakta. Pengobatan asam urat melibatkan kontrol hyperuricemia. Menurunkan kadar asam dapat mengurangi risiko serangan di masa depan, serta melindungi dari kristal asam urat di sekitar sendi yang dapat menyebabkan kerusakan sendi jangka panjang.

Itulah beberapa mitos dan fakta tentang asam urat yang beredar di masyarakat. Asam urat memang dapat menyebabkan rasa nyeri yang luar biasa. Oleh karena itu penyakit ini harus segera diatasi. Anda bisa mengatasi penyakit asam urat melalui pengobatan medis ataupun pengobatan herbal.

Bagikan:

Diagnosis Penyakit Asam Urat

Diagnosis Penyakit Asam Urat sangat perlu untuk memastikan apakah penderita benar-benar terkena penyakit asam urat atau tidak.

Diagnosis penyakit asam urat

Untuk memperoleh diagnosis penyakit asam urat, dokter akan terlebih dahulu menanyakan riwayat penyakit pasien, dan seberapa sering gejala muncul, serta melihat lokasi sendi yang sering sakit. setelah itu pemeriksaan lanjutan akan dilakukan untuk memastikan adanya kristal pemicu nyeri pada persendian, seperti:

1. Tes Darah

Tes darah dilakukan untuk mengukur kadar asam urat dan kratinin dalam darah. Seseorang dengan kadar asam urat dalam darah hingga 7 mg/dl, dinilai sudah menderita penyakit asam urat. Namun demikian, tes ini tidak selalu dapat memastikan penyakit asam urat. Beberapa orang diketahui memiliki kadar asam urat tinggi, namun tidak menderita penyakit asam urat. Sebaliknya, ada orang yang memiliki gejala dan tanda penyakit asam urat meski kadar asam urat dalam darah normal.

2. Tes Urine 24 Jam

Prosedur ini dilakukan dengan memeriksa kadar asam urat dalam urine yang dikeluarkan pasien selama 24 jam.

3. Tes Cairan Sendi

Prosedur ini mengambil cairan sinovial pada sendi yang sakit, untuk diperiksa di bawah mikroskop.

4. Pencitraan

Pemeriksaan foto rontgen dapat dilakukan untuk mengetahui penyebab radang pada sendi. sedangkan USG dapat mendeteksi kristal asam urat pada sendi dan tofi (benjolan).

5. Dual Energy CT Scan

Pemeriksaan ini dapat mendeteksi kristal asam urat di sendi meski tidak terjadi peradangan.

6. Biopsi Sinovial

Prosedur ini mengambil sebagian kecil jaringan (membran sinovial) di sekitar sendi yang terasa sakit, untuk diperiksa di bawah mikroskop.

Artikel Terkait Asam Urat:
Bagikan:

Penyebab Penyakit Asam Urat

Penyebab Penyakit Asam Urat, sebelum Anda mengetahuinya, mungkin Anda harus mengetahui bagaimana proses penyakit tersebut bisa terjadi.

penyebab penyakit asam urat

Purin adalah zat yang secara alami dihasilkan tubuh, tetapi juga terdapat di beberapa jenis makanan. Untuk mengurangi zat purin, tubuh akan secara alami menghasilkan asam urat. Sebagian besar asam urat dibuang melalui urine, dan sebagian lainnya dibuang melalui feses.

Pada penderita penyakit asam urat, kadar asam urat dalam tubuh melebihi batas normal. Kondisi ini bisa terjadi bila tubuh terlalu banyak menghasilkan asam urat.

Bila berlangsung dalam waktu lama, asam urat yang menumpuk dalam tubuh dapat membentuk semacam kristal tajam di sendi, sehingga menimbulkan nyeri, radang, bahkan pembengkakan.

Penyakit asam urat lebih sering menimpa pria, terutama dalam rentang usia 30 sampai 50 tahun. Meski demikian, wanita juga dapat mengalami penyakit asam urat ini, terutama setelah masa menopause.

Nah, sekarang mungkin Anda ingin tahu apa penyebab penyakit asam urat itu.

Beberapa penyebab yang dapat memicu naiknya kadar asam urat dalam darah adalah:

1. Memiliki keluarga yang juga menderita penyakit asam urat.
2. Baru saja mengalami cedera atau menjalani operasi.
3. Mengonsumsi makanan yang mengandung purin tinggi seperti daging merah, jeroan hewan, dan beberapa jenis hidangan laut (misalnya teri, sarden, kerang, atau tuna)
4. Mengonsumsi minuman beralkohol dan minuman tinggi gula.
5. Menggunakan obat seperti diuretik, aspirin, ciclosporin, dan beberapa obat kemo terapi.
6. Memiliki kondisi medis tertentu seperti diabetes, sindrom metabolik, penyakit jantung, penyakit ginjal, penyakit tiroid, kolesterol tinggi, leukimia, anemia, sleep apnea, hipertensi, dan obesitas.

Artikel Terkait Asam Urat:
Bagikan:

Gejala Asam Urat

Gejala asam urat umumnya berupa nyeri sendi mendadak dalam waktu singkat, kemudian hilang dalam beberapa hari dan muncul lagi setelah 6 sampai 12 bulan.

gejala asam urat

 

Dalam beberapa kasus, penderita asam urat mengalami gejala kronis akibat serangan asam urat berulang yang terjadi dalam kurun waktu yang lama.

Pada asam urat akut, nyeri hanya terjadi pada beberapa sendi, seperti di jempol kaki, lutut atau pergelangan kaki. Gejala akan terasa parah selama 2 hari pertama dan bisa berlangsung hinggga 10 hari.

Umumnya penderita akan merasakan nyeri hebat yang muncul mendadak saat malam hari. Selain itu, sendi yang terasa nyeri akan terlihat merah, bengkak, dan akan sangat sakit meski hanya tersentuh sedikit. Beberapa penderita asam urat akut juga mengalami demam selama nyeri menyerang.

Sedangkan para penderita asam urat kronis, gejala yang muncul adalah nyeri disertai radang sendi yang terjadi berulang dan bisa mengakibatkan kerusakan sendi permanen, dimana sendi tidak bisa bergerak normal. Selain di ibu jari kaki, nyeri juga terjadi pada banyak sendi di tubuh, seperti siku, jari, dan pergelangan tangan serta tumit.

Artikel Terkait Asam Urat:

Bagikan:

Pengertian Asam Urat

Pengertian asam urat, mungkin banyak orang yang belum tau apa sebenarnya itu asam urat.

pengertian asam urat

Apa itu sebenarnya asam urat?

Asam urat atau gout adalah sejenis penyakit sendi yang terjadi akibat asam urat yang terlalu tinggi dalam darah. Pada kodisi normal, asam urat larut dalam darah dan keluar melalui urine atau kencing. Tetapi dalam kondisi tertentu,tubuh dapat menghasilkan asam urat dalam jumlah berlebih atau mengalami gangguan dalam membuang kelebihan asam urat, sehingga asam urat menumpuk dalam tubuh seseorang.

Penumpukan asam urat akan membentuk kristal di sendi, yang dapat memicu nyeri dan pembengkakan di berbagai sendi tubuh. Meskipun umumnya terbentuk di sendi, kristal asam urat juga bisa terbentuk di ginjal dan saluran kemih. Kodisi tersebut dapat mengganggu fungsi ginjal atau menyebabkan batu pada saluran kemih.

Walaupun disebabkan oleh tingginya kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia), tidak semua penderita hiperurisemia terserang penyakit asam urat. Faktanya hanya 1/3 penderita hiperurisemia saja yang mengalami penyakit asam urat. Jika Anda mengidap penyakit asam urat harus segera diobati sebelum terjadi komplikasi penyakit yang lebih bahaya.

Artikel Terkait Asam Urat:

 

Bagikan: